Jumat pagi, 28 Agustus 2026, kegiatan belajar di SMP Al-Azhar Syifa Budi Kota Bogor-BNR berlangsung dengan suasana berbeda. Ruang kelas tidak hanya menjadi tempat pembelajaran seperti biasanya, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berbicara, menghafal Al-Qur’an, menguji pengetahuan agama, hingga menuangkan pesan Islami melalui karya visual.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan untuk mengajak siswa mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah SAW melalui pengalaman yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Mengawali Hari dengan Ikrar dan Sholat Dhuha
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan ikrar bersama di lapangan atau halaman sekolah. Setelah itu, siswa melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah di musholla.
Sebelum rangkaian Maulid dimulai, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung pada pagi hari. Menjelang pukul 09.00 WIB, siswa dan panitia mulai mempersiapkan area perlombaan di gedung SMP serta ruang kelas 7, 8, dan 9.
Pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP, sambutan Wakasek Kurikulum, serta pembacaan doa sebelum para siswa menuju lokasi perlombaan masing-masing.
Siswa Menunjukkan Kemampuan di Berbagai Bidang
Salah satu bagian utama peringatan Maulid tahun ini adalah kegiatan lomba yang berlangsung mulai pukul 09.45 WIB.
Berbeda dengan perlombaan yang hanya menitikberatkan pada satu kemampuan, siswa mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan melalui beberapa bidang.
Di ruang kelas 7, siswa mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) Agama Islam dan lomba pidato. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya ditantang memahami pengetahuan keislaman, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan dan pesan dengan percaya diri di hadapan orang lain.
Sementara itu, ruang kelas 8 menjadi tempat berlangsungnya Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ). Para peserta menunjukkan kemampuan hafalan Al-Qur’an yang telah mereka persiapkan di hadapan juri.
Kreativitas siswa juga mendapat ruang melalui lomba poster di kelas 9. Melalui karya visual, siswa diajak menerjemahkan nilai dan pesan keislaman menjadi komunikasi yang menarik serta mudah dipahami.
Dokumentasi kegiatan juga memperlihatkan salah satu peserta saat tampil di depan panggung. Momen seperti ini menjadi bagian penting dari proses belajar siswa: berani tampil, menyampaikan apa yang telah dipersiapkan, sekaligus belajar mengelola rasa percaya diri di depan audiens.



Maulid Nabi sebagai Pengalaman Belajar
Peringatan Maulid Nabi di sekolah bukan hanya tentang mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa keteladanan Rasulullah dapat dipelajari melalui banyak cara.
Kemampuan berbicara dengan baik, menjaga hubungan dengan Al-Qur’an, memperluas wawasan keislaman, berkarya secara kreatif, bersikap sportif, hingga menghargai teman yang sedang tampil merupakan bagian dari proses tersebut.
Karena itulah, perlombaan dalam rangka Maulid Nabi tidak semata-mata diarahkan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Setiap siswa yang terlibat mendapatkan ruang untuk belajar, mencoba, serta mengenali kemampuan dirinya sendiri.



Menutup Kegiatan Menjelang Sholat Jumat
Setelah seluruh perlombaan selesai, rangkaian kegiatan Maulid Nabi ditutup sekitar pukul 11.30 WIB. Siswa kemudian melakukan persiapan untuk melaksanakan Sholat Jumat.
Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, SMP Al-Azhar Syifa Budi Kota Bogor-BNR menghadirkan pembelajaran keislaman dalam bentuk yang dekat dengan pengalaman siswa—tidak berhenti pada apa yang didengar di dalam kelas, tetapi juga dipraktikkan melalui keberanian, pengetahuan, hafalan, kreativitas, dan sikap selama mengikuti kegiatan.

