Pada 7–8 September 2026, kegiatan pembelajaran di jenjang TK, SD, dan SMP Al-Azhar Syifa Budi Kota Bogor-BNR dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian terhadap perkembangan kondisi lingkungan dan potensi penyebaran abu vulkanik yang menjadi perhatian di sejumlah wilayah. Keputusan tersebut sejalan dengan langkah Pemerintah Kota Bogor yang mengalihkan sementara kegiatan belajar mengajar jenjang TK, SD, dan SMP ke rumah demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Bagi Al-Azhar Syifa Budi Kota Bogor-BNR, perubahan lokasi belajar tidak berarti menghentikan proses pendidikan. Selama dua hari PJJ, guru dan siswa tetap bertemu secara daring dan menjalankan agenda pembelajaran sesuai program akademik yang telah disiapkan.
Dari Kelas ke Layar, Interaksi Tetap Dijaga
Sejak pagi, siswa dari berbagai jenjang bergabung dalam ruang kelas virtual bersama guru masing-masing.
Siswa mengikuti pembelajaran dari rumah melalui Zoom. Ada yang hadir menggunakan seragam sekolah, mengikuti penjelasan guru, berdiskusi, serta tetap berinteraksi dengan teman-teman sekelasnya meskipun berada di tempat yang berbeda. Pertemuan daring tetap digunakan sebagai ruang untuk memberikan penjelasan, mendampingi siswa, dan memastikan proses belajar berjalan secara terarah. Pendekatan tersebut menjadi penting dalam PJJ. Teknologi memang menjadi penghubung, tetapi interaksi antara guru dan siswa tetap menjadi inti pembelajaran.

Pembiasaan Ikrar Tetap Mengawali Hari
Sebelum memasuki kegiatan akademik, siswa tetap mengikuti pembiasaan ikrar yang menjadi bagian dari rutinitas pendidikan di Al-Azhar Syifa Budi Kota Bogor-BNR.

Dengan demikian, PJJ tidak hanya berupaya menjaga target akademik, tetapi juga mempertahankan ritme dan kebiasaan positif yang selama ini dijalankan siswa di sekolah. Konsistensi menjadi hal penting. Ketika lokasi belajar berubah, pembiasaan yang sudah dibangun tetap hadir sebagai pengingat bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui mata pelajaran.

Pembinaan Salat Dzuhur Tetap Menjadi Bagian Pembelajaran
Selain ikrar, pembinaan salat Dzuhur juga tetap dilaksanakan selama PJJ.
Meskipun siswa menjalankan kegiatan dari rumah masing-masing, guru tetap memberikan pendampingan agar pembiasaan ibadah tidak terputus karena perubahan sistem belajar.

Hal ini menjadi salah satu karakter pembelajaran di Al-Azhar Syifa Budi Kota Bogor-BNR. Pendidikan akademik dan pembinaan karakter berjalan beriringan, termasuk ketika situasi mengharuskan siswa belajar secara daring. Rumah pada dua hari tersebut menjadi tempat mengikuti pelajaran, dan menjadi ruang untuk meneruskan kebiasaan baik yang biasanya dilakukan bersama di sekolah.
PJJ sebagai Bentuk Adaptasi, Bukan Jeda Belajar
Pembelajaran Jarak Jauh sering kali dipahami sebagai kondisi ketika siswa sekadar belajar dari rumah. Dalam praktiknya, ada proses adaptasi yang dilakukan oleh banyak pihak.
Guru perlu menyesuaikan cara menyampaikan materi. Siswa belajar menjaga konsentrasi dan kedisiplinan secara lebih mandiri. Sementara dukungan orang tua membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah.
Karena itu, pelaksanaan PJJ pada 7–8 September tidak diposisikan sebagai jeda dari kegiatan sekolah, melainkan sebagai perubahan cara belajar untuk merespons kondisi yang sedang terjadi.
Dari jenjang TK hingga SMP, pembelajaran tetap berlangsung sesuai karakter dan kebutuhan usia masing-masing siswa.
Keselamatan Menjadi Prioritas, Pembelajaran Tetap Berjalan
Keputusan pelaksanaan PJJ diambil dengan menempatkan kesehatan dan keselamatan siswa serta seluruh warga sekolah sebagai pertimbangan utama.
Pada saat yang sama, Al-Azhar Syifa Budi Kota Bogor-BNR berupaya memastikan agar perubahan tersebut tidak memutus proses belajar yang tengah berlangsung.
Dua hari PJJ menjadi gambaran sederhana tentang kemampuan sekolah, guru, siswa, dan orang tua untuk beradaptasi bersama.

